Laman

Senin, 30 Juli 2012

rintanagan setelah kematian

rintanagan setelah kematian
Kaum muslimin dan muslimah رحمكم الله
Allah SWT telah berfirman di dalam Surat Al Hadid Ayat 16
اَلَمْ يَأْنِ لِلَّذِيْنَ آمَنُوْا اَنْ تَخْشَعَ قُلُوْبُهُمْ لِذِكْرِاللهِلاوَمَا نَزَلَ مِنَ الْحَقِّ وَلَايَكُوْنُوْا كَالَّذِيْنَ اُوْتُوا الْكِتَابَ مِنْ قَبْلِ فَطَالَ عَلَيْهِمُ الْأَمَدُ فَقَسَتْ قُلُوْبُهُمْط وَكَثِ¬يْرٌ مِنْهُمْ فَاسِقُوْنَ.
"Belumkah tiba sa’atnya bagi orang-orang yang beriman untuk menundukan hatinya mengingat Allah Swt. Dan kembali kepada kebenaran dan janganlah mereka seperti orang-orang yang telah diberikan kitab sebelum mereka, kemudian yang telah lama waktunya mereka membiarkan isi Al Kitab maka hati mereka akan keras dan di antara mereka banyak yang fasiq.
Dari ayat ini bisa kita simpulkan bahwa kerasnya hati dipengaruhi oleh dua faktor :
1. Tidak mau mengingat dan dzikrullah,tidak mau mendekatkan diri kepada Allah Swt.
2. Tidak mau kembali kepada kebenaran.
Kedua-duanya ini adalah menjadi penyebab utama kerasnya hati seseorang. tatkala seseorang jauh dari dzikrullah mengingat Allah Swt. Mengingat aturannya dan kembali kepada kebenaran, maka orang tersebut akan menemui hati yang keras. Dan hati yang keras ini Hadirin sekalian! Memiliki satu akibat yang berat. Di antara akibat kerasnya hati disebutkan dalam firman Alloh Surat Al Maidah Ayat 13
فَبِمَا نَقْضِهِمْ مِيْثَاقَهُمْ لَعَنَّاهُمْ وَجَعَلْنَا قُلُوْبَهُمْ قَاسِيَةٌ يُحَرِّفُوْنَ الْكَلِمَ عَنْ مَوَاضِعِهِ وَنَسُوْا حَظّاٌّ مِمَّا ذُكِّرُوْا بِهِ
Yan artinya :”Dengan mereka atau akibat mereka melanggar perjanjian-perjanjian mereka yang telah diikat bersama kami, maka mereka-mereka kami laknat, kemudiaىaku jadikan atau kami jadiakan hati-hati mereka keras, akibat kerasnya hati itu يحرّفون الكلم عن مواضعه merubah ayat-ayat Allah, merubah syariah Allah, menyelewengkan syariat Allah dan melupakan apa yang menjadi sesuatu peringatan baginya.
Dan disini Hadirin sekalian, Saya akan soroti dari ayat :
وَنَسُوْا حَظًا مِمَّا ذُكِّرُوا بِهِ
Oang yang keras hatinya biasanya sering melupakan apa-apa yang harus di ingat, apa-apa yang menjadi peringatan hidup ini, dan diantara peringatan yang paling baik nasihat yang paling baik adalah kehidupan setelah kematian.
Kaum Muslimin dan Muslimah yang dimulyakan oleh Allah!
Rasulullah SAW. Banyak mengingatkan aga kita terus menjadikan kematian dan kehidupan setelah kematian ini menjadi mau’idzoh dan pelajaran. Diantaranya sabda Rasulullah SAW. كَفَى بالموتِ وَاعِظٌا cukuplah kematian menjadi peringatan menjadi suatu mau’idzoh menjadi nasehat setiap manusia.
Maka hadirin sekalian, kalau kita sering merenungkan kematian dan ingat akan adanya kematian dan kita semua akan mati, maka kita akan menjadi orang baik dan gampang kembali kepada Allah dan gampang sadar dari kesalahan. Sehingga Rasulullah SAW. Menyatakan di dalam Hadits yang lain اَكْثِرُوْا مِنْ ذِكْرِ هَاذِمِ الَّلذَّاتِ المَوْتُ perbanyaklah kalian mengingat sesuatu yang bisa menghancurkan kenikmatan tidak lain adalah kematian. Betapapun sekarang ini orang merasakan kelezatannya dunia, kenikmatan yang ada di dalam kehidupan ini kalau dia mengingat kematian semuanya itu akan menjadi tawar dan hambar, karena apa Hadirin sekalian, karena kehidupan yang haqiqi adalah kehidupan setelah kematian. وَلَلْآخِرَةُ خَيْرٌ وَاَبْقى sesungguhnya akhirat adalah sesuatu yang paling langgeng dan paling abadi. Dunia ini pada dasarnya adalah tidur, kalau manusia ini hidup pada dasarnya tidur, واذا ماتُوا إِنْتَبَهُوْا kalau dia mati meninggal dunia sadarlah.
Oleh karena itu hadirin sekalian! Di dalam kesempatan ini, saya akan sedikit uraikan tentang kisah-kisah setelah kematian, rintangan-rintangan yang akan dihadapi oleh manusia setelah kematian. Adapun rintangan yang pertama yang harus tidak boleh tidak yang dihadapi oleh semua manusia adalah syakaratul maut وَجَاءَتْ شَكْرَةُ المَوتِ بِالْحَقِّ ذلك مَاكُنْتَ منه تَحِيد “Akan datang sakaratul maut dan pasti kalian tidak akan lari”. Maka pada sa’at Rasulullah dicabut nyawanya menjelang Naza’ beliau sempat mengatakan اِنَّ لِلْمَوْتِ شَكَرَاتٌ “sesungguhnya bagi kematian itu ada sakarat-sekaratnya”. Maka disini ada gambaran yang indah tentang gambaran sakarotul maut yang digambarkan oleh Ahli hikmah seorang Ulama’ Beliu mengatakan: ”ketahuilah bahwa tidak ada yang bisa mengetahui sakitnya sakaratul maut secara persis kecuali bagi orang-orang yang pernah merasakannya”. Siapa yang belum pernah merasakan, hanya dikiaskan dengan rasa sakit pada sa’at ini, rasa sakit sa’at nyawa dicabut sangatlah berat hingga menyebar keseluruh tubuh dan urat saraf, tulang sumsum dan seluruh persendian bahkan seluruh pangkal rambut hingga ujung kaki terasa sakit dan menahan kepedihan yang amat sangat, jangan bertanya tentang kepedihan dan penderitaan pada sa’at sakaratul maut, sehingga para Alim Ulama’ mengatakan “bahwasanya sakitnya melebihi seratus sabetan pedang dan pedihnya melebihi pedihnya gergajian atau badan dicabit-cabit dengan alat pemotong. Karena sakitnya sabetan pedang dan gergajian atau yang lainnya itu hanya menyentuh Ruh. Oleh sebab itu bagaimana bila yang ditarik langsung adalah ruhnya. Orang yang dipukul anggota tubuhnya masih bisa berteriak, karena masih ada kekuatan dalam hati dan lisannya, tetapi orang yang sedang menghadapi sakaratul maut tidak bisa melakukan dan tidak mampu lagi untuk bicara apalagi berteriak. Karena kekuatan sudan melemah dan kepedihan sudah sampai pada titik klimak, hingga menyayat-nyayat hati, begitu pula seluruh jasad menahan perih yang sangat amat sehingga menjadikan seluruh organ tubuh menjadi lunglai lemas terkulai. Sehingga tidak mempunyai kekuatan untuk berteriak minta bantuan. Sementara pikiran kalut dan bingung menahan derita, lisan menjadi bisu , persendian dan seluruh ruas jari menjadi lemas terkulai. Andai kata sang mayit mampu berkata dan berteriak untuk melupakan kepedihan maka ia pasti lakuakan, tetapi hal itu sangatlah tidak mungkin kalaupun masih tersisa kekuatan maka ia hanya sanggup mendengar suara ruh yang dicabut menahan kepedihan sa’at nyawa ditarik dengan suara dengkuran dan suara sekarat yang terdengan di tenggorokan dan dada. Semua warna kulit berubah dan rasa sakit amat menyebar ke seluruh tubuh bagian luar maupun dalam. mata melotot mulut terkunci rapat ujung jari menggenggam urat nadi seluruh otot jasad mulai membeku satu persatu. diawali dari telapak tangan hingga kaki setiap anggota tubuh mengalami sekarat dan kepedihan hingga sampai ke tenggorokan. Maka mulai sa’at itulah semua harapan putus dan semua cita-cita patah.
Inilah hadirin sekalian! Gambaran sedikit sakaratul maut. Dan ketahuilah! tidak ada yang tahu persis kecuali orang yang telah mengalami yaitu telah meninggal dunia. Itulah gambaran sedikit tentang kepedihan dan penderitaan yang akan dialami setiap orang tatkala mengalami sakaratul maut.
Oleh karena itu hadirin kaum muslimin dan muslimah yang dimulyakan oleh allah.
Jarang sekali orang yang lepas dari rintangan ini dengan baik, belum lagi rintangan yang diakibatkan oleh godaan-godaan iblis menjelang meninggal dunia, membuat orang supaya dia itu Su ul khotimah pungkasan akhirnya buruk, dia menggoda sebisa-bisanya karena ini adalah akhir dari pada perjalanan hidup manusia. Kalau iblis dan syetan gagal menggoda manusia sa’at ini maka gagalah selamanya. dan kalau iblis sanggup menggoda manusia dan sanggup menjerat orang sa’at ini maka dia akan mengalami ketidak berhasilan selama-lamanya. Selanjutnya kita akan membahas rintangan yang kedua adalah Alam Kubur.
Kaum Muslimin dan Muslimah yang dimulyakan oleh Allah.
Setelah manusia yang diambil nyawanya oleh Alloh dan mengalami sakaratul maut, diucapkan oleh orang banyak dengan ucapan :
ان لله وَاِنّ اِليْهِ رَاجِعُوْنَ اللّهُم اَجِرْنِى فِى مُصِيْبَتِى وَاخْلُفْ لِى خَيْرًا مِنْهَا
Maka orang tersesat harus menghadapi rintangan yang kedua yaitu alam kubur.
Banyak sekali hadirin-hadirin sekalian gambaran-gambaran Rasulullah saw. Sahabat-sahabat tentang mas’alah alam kubur. Di antaranya pernah Usman bin Affan Ra. Menangis tersedu-sedu dihadapan kuburan sampai air matanya membasahi jenggotnya, kemudian ditanya “Wahai utsman telah disebutkan surga dan neraka dihadapanmu engkau tidak menangis, kenapa tatkala engkau melihat kuburan menangis? Maka dia menjawab dengan sabda Rasulullah Saw.
القَبْرُ اَوَّلُ مَنَازِلِ الآخرةِ وَإنْ يَنْجُوْا مِنْهُ فَمَا بَعْدَهُ اَيْسَرُ مِنْهُ وَإنْ لَمْ يَنْجُوا مِنْه فمَا بَعدَه اَشَدّ منْه
Yang artinya: “Sesungguhnya kuburan adalah awal rintangan akhirat, barang siapa yang selamat di tempat itu maka setelahnya lebih mudah. Dan barang siapa di tempat itu tidak selamat maka setelahnya lebih susah.
Benar hadirin sekalian
Alam kubur adalah alam petama ujian bagi orang nanti menghadapi alam akhirat. Kalau dia sokses disitu maka dia akan sokses dan dia akan ada harapan setelahnya. Dan barang siapa yang tidak selamat dan tidak sokses di alam itu, maka setelahnya lebih susah. Maka Rasulullah Saw. Menyatakan di dalam haditsnya yang lain مَا رَاَيْتُ مُنْذرا قطٌ اِلّا وَالقَبْرُأَفْظَعُ منْه
“Tidaklah ada satu pandangan yang lebih mengerikan kecuali kuburan adalah pandangan yang paling mengerikan”.
Tidak ada pandangan tidak ada tampilan tidak ada sesuatu yang dilihat oleh manusia, lebih mengerikan dari kuburan. Karena disa’at itu hadirin sekalian, manusia harus hidup sendiri, manusia harus menghadapi seluruh akibat-akibat yang dilakukannya.
فَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَرَهُ وَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًا يَرَهُ
“Barang siapa yang sekarang dalam dunia menanamkan buah kebaikan maka dia akan memetiknya nanti di hari Akhirat, walaupun sebiji sawi. Dan barang siapa yang sekarang ini menanamkan buah keburukan dia akan memetiknya pula setelah kematian walaupun sebesar biji sawi.
Jadi hadirin sekalian
Maka disini Rasulullah SAW. Menggambarkan sekelumit tentang cerita dan peristiwa setelah kematian dan nanti di alam kubur. Di antaranya Rasulullah saw. Pernah bersabda :
إسْتَعِيْذُوا بالله مِنْ عذابِ الْقَبْرِ مَرَّتَيْنِ او ثَلَاثًا
“Berlindunglah kalian kepada Allah dari siksaan kubur selama dua kali”.
Bahkan Rasulullah saw. Mensunnahkan kepada kita agar kita berdo’a setelah kita rampung tahiyat sebelum salam
الّلهُم إنِّى اعُوْذُبِكَ مِنْ عَذَابِ جَهنّم وَمِنْ عَذابِ القَبرِ واعُوْذُبِكَ مِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ وَمِنْ فِتْنَةِ مَسِيْحِ الدَّجَّالِ
“Ya Allah, aku berlindung kepadamu dari adzab jahanam dari siksaan jahanam dari alam kubur, dan saya berlindung dari fitnahnya kehidupan dan kematian dan juga fitnahnya masihid dajjal.
Ini menunjukkan hadirin sekalian, betapa dahsyatnya betapa ngerinya dan betapa nanti beratnya alam kubur yang akan dihadapi oleh manusia semuanya. maka dilanjutkan dalam cerita hadits itu : فَتُعَادُ رُوْحُهُ فِى جَسَدِهِ
Ini cerita tentang orang-orang mukmin, فتعاد روحه kemudian setelah dia mapan di alam kubur maka ruh orang mukmin dikembalikan di dalam jasadnya. Ini juga menjadi bukti bahwa nanti manusia di alam kubur di adzab atau mendapat nikmat. Ruh dan jasadnya kedua-duanya. فَيَأتِيْهِ مَلَكَانِ
“kemudian datang kedua malaikat”له فَيُجْلِسَانِهِ فَيَقولانِ Lalu kemudian malaikat dua itu mendudukkan lalu menanyakan atau bertanya kepadanya من ربّك ؟ “siapa tuhanmu? فيقول maka orang mukmin itu menjawab: ربّي الله “maka tuhanku adalah Allah”. فيقولان له kemudian malaikat itu bertanya kepadanya, مَا دِينُك apa agamamu? فيقول si orang mukmin menjawab: دِينِى الإسلام agamaku adalah Islam. فيقولان له kemudian kedua malaikat itu bertanya kepadanya, مَا هَذَا رَجُلُ الّذِى بُعِثَ فِيْكُمْ siapakah seorang Rasul yang diutus kepada kalian? فيقول maka dia menjawab هُوَ رَسولُ اللهِ صَلّى الله عليه وسلم dia adalah Rasulullah saw. فيقولان له kemudian kedua malaikat itu bertanya kepadanya, مَا عِلْمُكَ apa dasarmu, apa dalihmu apa buktimu kamu bisa mengatakan bahwa Muhammad adalah Rasulullah yang diutus kepadamu? فيقول maka orang Mukmin akan menjawab: قَرَئْتُ كتابَ الله “Saya membaca kitab Allah” وآمَنْتُ بِه “kemudian saya mengimaninya”بِه وَصَدَّقْتُ “kemudian saya membenarkan”
Dari sini hadirin sekalian! Sebelum dilanjutkan hadits ini menunjukkan bahwa pertanyaan alam kubur bukan pertanyaan Ebtanas, Bukan pertanyaan yang bisa dijawab oleh semua orang yang bisa menjawab adalah sebagaimana yang telah disebutkan dalam hadits ini, orang yang membaca kitullah orang yang mengimani isi-isinya dan mmbenarkannya. Selain itu tidak akan mungkin bisa menjawabnya. Bagaimana hadirin sekalian, dia akan bisa mengakui dengan jentel seportif menjawab tuhan saya adalah Allah, pada sa’at di dunia dia selalu melecehkan Allah selalu menolak perintah-perintah Allah. Bagaimana dia akan seportif menjawab kitab saya adalah Al Qur’an, sementara di dunia selalu nginjak-nginmjak hukum aturan Al Qur’an tidak pernah membaca mengamalkan mengimani isi kandungan Al Qur’an. Bagaimana dia akan mengakui Rasulullah Saw. Atau agama Islam adalah agama saya di dunia ini tidak pernah tau apasih itu Islam? Apa isi islam? Apa perintah Islam? Apa larangan islam? ndak mungkin. Makanya disini orang yang bisa menjawab pertanyaan itu adalah orang yang membaca Al Kitabullah mengimani dan membenarkan. Makaفَيُنَادِى مُنَادٍ فِى السّمَاءِ Kemudian datanglah panggilan dari arah langit عَنْ صَدَقَ عَبْدِى فَأَفْرِشُوْالَه فِرَاشًا من الجنة وَاَلْبِسُوْالَهُ لِبَاسًا مِنَ الْجَنّةِ وَافْتَحُوْا لَه بَابًا اِلَى الْجَنّةِ maka datangla panggilan dari arah langit, maka hambaku telah benar jawabannya. Maka sekarang ini hamparkanlah permadani dari surga, dan kasilah pakaian dia dari pakain surga dan bukakanlah pintu menuju surga. سبحان الله Hadirin sekalian! Kemudian berkata perawinya: فَيَأتِيْهِ مِنْ رَوْحِهَا وَطِيْبِهَا وَيُفْسَحُ لَه فِى قَبْرِهِ مَدَّ بَصَرِهِ kemudian datanglah semerbak bau surga, wewangian surga kemudian kuburan diluaskan sejauh pandangan matanya. سبحان الله Suatu رِيَاضٌ مِنْ رِيَاضِ الْجَنّةِ bahkan kuburan itu menjadi taman di antara taman surga bagi orang-orang mukmin. فَيَأتِيْهِ رَجُلٌ حَسَنُ الْوَجْهِ حَسَنُ الثِيَابِ ثَيِّبُ الرِّيْحِ kemudian datang seseorang cakep wajahnya bagus pakainnya wangi baunya فيقول kemudian berkata :
اَبْشِرْ بِالّذِى يَسُرُّكَ هذا يَوْمُكَ الذِى كنتَ تُوعدُ
“Bergembiralah di hari ini, hari yang telah dijanjikan, suatu janji yang menggembirakan. فيقول له maka si mayitpun tanya kepadanya. من أنت siapa engkau? وَوَجْهُكَ يَجِيْئُ بِالخَيْرِ wajahmu datang seakan-akan membawa penuh dengan kebaikan. فيقول انا عَمَلُكَ الصَّالِح kemudian dia menjawab “saya adalah amalmu yang sholih. سبحان الله
Hadirin sekalian, Betapa balasan amal saleh nanti, di alam kuburpun sudah memberikan kebahagian tersendiri, bagi orang yang melakukannya. Kemudian Si mayit ini berkata: رَبّ أَقِمِ السَّاعَةَ حَتّى أّرْجِعَ اِلَى أَهْلِى وَمَالِى ya Allah bangkitkanlah segera hari Qiamat, bangkitkanlah segera hari kiamat, hingga supaya saya ini bertemu keluarga dan harta saya. ثُمّ وَصَفَ حالَ الكافر kemudia Rasulullah Saw. Mensifati keadaan orang kafir yang berada dikuburan kemudian bersabda beliau فَتُعَادُ رُوْحُه فِى جَسَدِه kemudian ruhnya dikembalikan pada jasadnya وَيُؤْتِيْه مَلَكَانِ فَيُجْلِسَانِه فيَقولانِ لَه kemudian datanglah kedua malaikat itu lalu mendudukkan kemudian bertanya kepadanya : مَنْ رَبّك siapa Tuhanmu? فيقول آه آهdia menjawab “saya tidak tau” لا اَدْرِى “saya tidak tau” فيقولان له kemudian malaikat itu bertanya kepadanya ما دينك “apa agamamu? kemudian dia menjawab فيقول آه آهdia menjawab “saya tidak tau” لا اَدرى “saya tidak tahu” saya tidak tahu. فيقولان له kemudian mereka bertanya lagi ما هذا رجل الذى بعث فيكم Siapa seorang utusan yang datang padamu? فيقول kemudian dia menjawab فيقول آه آه dia menjawab “saya tidak tau” لا ادر “saya tidak tau” فينادى مناد من السماء kemudian datanglah panggilan dari langit كَذَبَ عَبْدِى فَأَفْرِشُوا لَه فِرَشًا مِنَ النار dia sudah berdusta dan dia adalah pendusta maka hamparkanlah paparan dari neraka وَافتَحُوا له بابا من النار dan bukakanlah pintu menuju neraka فياءتيه مِنْ حَرِّهَا وَسُمُوْمِهَا kemudian datanglah kepadanya panasnya dan racunnya neraka setiap sa’at فَيَضِيْقُ عليه قبْرُه حتى تَخْتَلِفَ فِيه اَضْلَاعُه kemudian kuburan menyempit sehingga membuat tulang rusuknya berantakan, pecah berantakan فيَأتِيه رجلٌ قَبيحُ الوَجْهِ قبيحُ الثِيابِ مُنْتِنُ الرِّيْحِ kemudian datang orang yang buruk mukanya jelek pakaiannya dan busuk baunya فيقول dia mengatakan اَبْشِرْ بالَّذِى يَسُوْءُك هَذا يَوْمُكَ الَّذِى كُنْتَ تُوْعَدُ بِه bergembiralah sa’at ini, inilah keburukan yang telah dijanjikan kamu di sa’at kamu dulu di dunia. فيقول kemudia dia ditanya من انت siapa engkau? وَوَجْهُك الوَجْهُ الذِى يَجُوْعُ بالشرّ wajah yang datang dengan penuh keburukan? فيقول maka orang itu menjawab انا عَمَلُك الخَبِيْثُ saya adalah amalmu yang buruk. kemudian hadits ini dilanjutkan dengan hadits do’a orang kafir yang sudah putus harapan, tidak ada dihadapannya kecuali derita dan siksa mengatakan رب لا تَقُمِ الساعة ya Allah janganlah bangkitkan kiamat. janganlah bangkitkan kiamat. Kenapa hadirin sekalian? karena kalau sudah dikuburan seperti itu maka setelah alam kubur ini lebih ngeri lebih dahsyat dan lebih berat lagi.
Oleh karena itu hadirin kaum muslimin dan muslimat yang dimulyakan oleh Allah swt. Berbahagialah sekarang ini orang yang diberi hidayan oleh Allah untuk meniti ajaran islam sehingga beriman dan lebih berharga lagi dan lebih bahagia lagi iman itu bisa dibawa hingga ia meninggal dunia. Dia menghadap Allah يَوْمَ يَنْفَعُ مالٌ ولا بَنُوْنٌ الّا مَنْ اتَى اللهَ بقلبٍ سَلِيْمٍ "di hari itu tidak ada manfa’at dan harta kecuali orang yang datang kepada Allah dengan membawa hati yang selamat". Inilah hadirin sekalian seklumit cerita tentang alam kubur. Semoga kita semuanya diselamatkan oleh Allah Swt. Dari penderitaan dan siksaan di alam kubur. Dan semoga Allah Swt. Memberikan kepada kita kenikmatan-kenikmatan yang ada di alam kubur. Barang siapa yang sokses di alam kubur maka setelahnya lebih mudah. Dan barang siapa sengsara di alam kubur maka setelahnya lebih susah. Namun hadirin sekalian, memang betapapun peringatan-peringatan yang telah diberikan kepada semuanya orang ini, diantaranya memang memiliki hati yang keras. Sehingga mereka menyangka kematian ini tidak ada setelah kematian ini tidak ada, peristiwa-peristiwa dan tidak ada rintangan-rintangan ataupun hambatan-hambatan, bahkan dia menyangka bahwa setelah meninggal dunia tuntaslah seluruh urusan. Sehingga diingatkan oleh seorang penyair : وَلَوْ أنّ إذا مِتْنَا تُرِكْنَا لَكَانَ المَوْتُ غَايَةَ كُلِّ حَيٍّ وَلكِنّ إذا مِتنَا بُعِثنَا وَنُسْئَلُ بَعْدَه عن كلِّ شَيئ kalau seandainya kita meninggalkan dunia dibiarkan, sesungguhnya kematian menjadi harapan semua orang yang hidup. Akan tetapi setelah kita mati meninggalkan dunia dibangkitkan kemudian ditanya setelah itu tentang segala sesuatu
أَيَحْسَبُ الإنْسَانُ اَنْ يُتْرَكَ سُدًى “adakah manusia menyangka bahwa dia akan dibiarkan begitu saja, tidak".
Ketahuilah kaum muslimin dan muslimat! Rahimakumullah. Setelah kematian ada kebangkitan. Setelah kebangkitan ada pertanyaan, dan pertanyaan itu tentang segala sesuatu yang besar ataupun yang kecil, sebagaimana yang disebutkan dalam hadits Rasulullah Saw.
لَا تَزُوْلُ قَدَمَ عَبْدٍ يَوْمَ القيامةِ حتى يُسْئلَ عن اربَعٍ
Tidaklah terpeleset kaki seseorang di hari kiamat hingga dia ditanya tentang empat perkara"
Pertanyaan yang pertama : عَنْ عُمْرِهِ فِيمَا اَفْنَاهُ tentang masalah umurnya untuk apa ia gunakan" وَعَن شَبَابِه فِيْمَا اَبْلَاهُ "tentang masa mudanya untuk apa dia habiskan" وَعَنْ مَالِه مِنْ اَيْنَ اكْتَسَبَهُ وَفِيْمَ اَنْفَقَه tentang masalah hartanya dari mana ia peroleh dan dikemanakan harta itu diinfaqkan? Yang terakhir عن عِلْمِهِ فيمَا عَمَلَ بِه "tentang masalah ilmunya untuk apa dia amalkan".
Jadi hadirin sekalian, segala sesuatu yang kita perbuat baik besar ataupun kecil akan ditampakkan dan akan dihisab oleh Allah Swt. Rintangan yang selanjutnya yang akan pasti dihadapi oleh setiap orang, hadirin sekalian adalah Al ba’tsu yaitu kebangkitan. Semua orang akan mengalami kebangkitan, akan dibangkitkan oleh Allah. Sebagaimana telah disebutkan dalam firmannya :
فَنُفِخَ فِى الصُّوْرِ فَصَعِقَ مَنْ فِى السّماءِ وَمَنْ فِى الارْضِ الّا مَنْ شَاءَ اللهُ ثمّ نُفِخَ فيه اُخْرَى فإذا هُمْ قِيامٌ يَنْظُرُوْنَ
“Tatkala sangkakala ditiup, kemudian seluruh makhluq yang ada di langit dan di bumi menjadi pingsan, Kecuali orang-orang yang dikehendaki oleh Allah. Kemudian ada tiupan lagi, maka tiba-tiba mereka bangkit dan melihat sadar di sa’at itu dia sudah berada di alam lain yaitu alam akhirat. Di dalam firman Allah yang lainnya disebutkan :
وَنثفِخَ فِى الصُّوْرِ فإذا هُمْ مِن الاَجْدَاثِ اِلَى رَبِّهِمْ يَنْسِلُوْن
“Tatkala sangkakala ditiup mereka keluar dari dalam kubur berbondong-bondong قَالُوا يَا وَيْلَنَا setelah sadar dia mengatakanمِنْ مَرْقَدِنَا مَنْ بَعَثَنَا siapa yang membangkitkan dari tempat tidur kami? هَذَا مَا وَعَدَ الرَّحْمَنُ وَصَدَقَ الْمُرْسَلُوْنَ “inilah yang dijanjikan oleh Ar rohman dzat maha pengasih lagi maha penyayang dan telah benarlah utusan-utusan Allah itu”. إِنْ كَانَتْ اِلّا صَيْحَةً وَاحِدَةً فَإِذَا هُمْ جَمِيْعٌ لَدَيْنَا مُحْضَرُوْنَ tidaklah tiupan kecuali sekali saja ketika itu tiba-tiba mereka hadir dihadapan kami yaitu Allah Swt.
Hadirin rohimakumullah!
Rona-rona kebangkitan yang dialami oleh manusia sesuai dengan amal yang mereka perbuat. Sebagaimana rintangan yang dihadapi manusia di alam kubur itu sesuai dengan amal perbuatannya, rintangan yang dihadapi oleh manusia di ba’ts pada saat dibangkitan, sesuai dengan amal perbuatannya. Diantaranya ada yang dibangkitkan dalam keadaan penuh dengan keburukan, yaitu orang-orang pemakan riba, digambarkan oleh Allah di dalam Al Qur’an :
الّذِيْنَ يَأكُلُوْنَ الرِّبَا لَا يَقُوْمُوْنَ اِلّا كما يَقُوْمُوْنَ الّذِيْنَ يَتَخَبَّتُهُ الشّيْطَانُ مِنَ الْمَسِّ
“Orang-orang yang makan riba tidaklah berdiri tegak pada sa’at itu dibangkitkan kecuali orang yang berdiri ketika kesurupan syetan”. Artinya hadirin sekalian, kondisi orang yang suka memakan harta riba ini dibangkitkan, tidak ubahnya seperti orang yang kesurupan syetan bahkan lebih ngeri. Maka hadirin sekalian, tidak ada dosa besar kecuali memakakan riba, maka mari kita hindarkan walaupun sedirham, walaupun sepeser. karena itu berbahaya baik di dunia ataupun di akhirat. Bahkan digambarkan di dalam hadits Rasulullah SAW. “dosa riba yang paling ringan adalah seakan ia mengziai ibunya سبحان الله. Diantara bentuk keburukan orang yang di bangkitkan adalah
تَخْرُجُ النّائِحَةُ مِنْ قُبُوْرِهَا يَوْمَ الْقِيَامَةِ ثَعْثَاءَ غَبْرَاءَ عَلَيهَا جِلْبَابٌ مِنْ لَعْنَةِ اللهِ وَذِرْعٌ مِنْ نَارٍ يَدُهَا عَلَى رَاءْسِهَا تَقُوْلُ يَا وَيْلَاهْ
“Orang yang meratapi kematian dibangkitkan dari alam kubur nanti di hari kiamat dalam keadaan pakaian compang-camping dan tampilan owat-awutan, dikasih kerudung dari laknat Allah SWt. Dan pakaian besi dari neraka Allah Swt. Tangannya diletakkan di atas kepalanya kemudian ia mengatakan “celakalah aku, celakalah aku”.
Inilah hadirin sekalian, dan masih banyak bentuk-bentuk orang yang nanti dibangkitkan di hari kiamat. Di antara mereka ada yang dibangkitkan rupanya dirubah seperti hewan dan yang lainnya.
Keudian hadirin sekalian contoh baik, orang dibangkitkan karena amalnya baik. sebagaimana disebutkan dalam hadits Rasulullah Saw.:
اِغْسِلُوْهُ بِمَاءٍ وَسِدْرٍ وَاكْفِنُوْهُ فِى ثَوْبِهِ وَلاتَمَسُّوْهُ بِطِيْبٍ وَلَاتُخَمِّرُ رَاءْسَهُ فإنّه يَبْعَثُ يَوْمُ القِيِامَةِ مُلَبِّيًا. رواه مسلم
Yang artinya : “Orang yang meninggal dalam keadaan ihrom baik haji ataupun umroh mandikanlah dengan air dan daun bidara dan kafanilah dengan pakainnya dan jangan diberi wewangian dan jangan ditutup kepalanya. Karena dia nanti dibangkitkan di hari kiamat dalam keadaan مُلَبِّيًا membaca Talbiyah”.
Subhanallah, Hadirin sekalian betapa nikmatnya. Orang yang sekarang ini meninggal pada sa’at Ihrom, baik haji ataupun Umroh, maka disini barang siapa yang keluarganya meninggal pada sa’at Haji ataupun Umroh janganlah bersedih hati. Asalkan umrohnya ikhlas, asalkan Hajinya ihlas dan juga benar Insya Allah dia akan dibangkitkan di hari kiamat nanti,dalam keadaan Mulabbiyan membaca talbiyah:
. لبّيك لاشريك لك لبّيك. إن الحمد والنعمة لك والملك لا شريك لك لبّيك لبّيك اللهم لبّيك
Kaum muslimin dan muslimah Rohimakumullah.
Rintangan yang harus dihadapi oleh semua manusia nanti selanjutnya adalah Al mahsyar. Satupat berkumpulnya manusia yang dikatakan oleh Allah SWT :
قُلْ إنَّ الْاَوَّلِيْنَ وَالْاَخِرِيْنَ لَمَجْمُوْعُوْنَ اِلَى مِيْقَاتِ يَوْمٍ مَعْلُوْمِ
“Katakanlah Muhammad! Sesungguhnya orang-orang yang awwal, sejak Nabi Ibrahim. والاخرين orang-orang yang menutup dunia ini yaitu menemui kiamat akan dikumpulkan dalam satu tempat suatu hari yang telah dijanjikan jelas yaitu Mahsyar.
Disa’at itu dikumpulkan orang-orang yang dzolim dan orang-orang yang didzolimi, orang yang menghutang dan orang yang dihutangi,orang yang sekarang ini berdosa dan orang yang sekarang ini bermaksiat dikumpulkan jadi satu. Maka hadirin sekalian bagaimana sekarang keadaannya. kalau sekarang kita memui orang yang kita dzolimi, orang yang sekarang kita dustai nanti dikumpulkan jadi satu. Penghianat dan yang dihianati, pendusta dan yang didustai kumpul jadi satu. Inilah yang dikatkan oleh Rasulullah SAW. Keadaan yang sangat mengerikan, keadaan yang membuat semua orang bingung dan panik. disa’at itu manusia dikumpulkan dalam keadaan telanjang tidak berpakaian dan tidak khitanan. Rasullah SAW. Bersabda :
يُخْشَرُ النّاسِ يَوْمَ القيامةِ خُفَاةً عُرَاةً غُرْلًا
“Manusia dikumpulkan di Mahsyar pada hari kiamat dalam keadaan tidak pakai alas kaki telanjang dan tidak khitan”
Inilah hadirin sekalian yang pernah ditanyakan oleh Aisyah kepada Rasulullah SAW.: يَا رسولَ الله الرِّجَالُ وَالنِّسَاءُ جَمِيْعًا يَنْظُرُ بَعْضٌ اِلَى بَعْضٍ" Ya rasulullah lelakidan perempuan ngumpul jadi satu melihat satu sama lain? فقال رسول الله صلى الله عليه وسلّم maka Rasulullah SAW. Menjawab :
يا عائشة اَلْامْرُ يَوْمَئِذٍ اَشَدُّ مِنْ اَنْ يَنْظُرَ بَعْضٌ اْلَى بَعْضٍ. متفق عليه
wahai Aisyah perkara yang dihadapi oleh manusia lebih dahsyat dari sekedar melihat satu sama lain. Artinya hadirin sekalian. Tidak ada suatu keadaan yang sangat panik, tidak ada keadaan dan situasi yang penuhgois kecuali pada sa’at mahsyar. Masing-masing nafsi-nafsi saya-saya, tidak pernah mengurusi orang lain, karena ada kesempatan memperhatikan orang lain.
يَوْمَ يَفِرُّ الْمَرْءُ مِنْ اَخِيْهِ وَاُمِّهِ وَاَبِيْهِ وَصَاحِبَتِهِ وَبَنِيْهِ لِكُلِّ امْرِءٍ يَوْمَئِذٍ شَأْنٌ يُغْنِيْهِ
semua manusia pada melarikan saudaranya dari anaknya dari orang tuanya dari semua orang masing-masing “Saya-saya”. Disa’at itu dikumpulkan, hingga Rasulullah SAW. Mengatakan يُخْشَرُ كُلُّ شَيْئٍ حَتَّى ذُبَابٍ disa’at itu dikumpulkan segala sesuatu sampai lalat. Allah mengatakan dalam firmannya وإذا الوحوش حشرت “tatkala binatang-binatang buas itu dikumpulkan dihakimi oleh Allah SWT. Kemudian setelah selessai hisab semua dikembalikan menjadi tanah lalu tatkala orang-orang kafir melihatnya dia mengatakan sebagaimana apa yang disebutkan dalam firman Allah SWT. يَقُوْلُ يَالَيْتَنِى كُنْتُ تُرَابًا orang-orang kafir itu mengatakan “aduhai seandainya aku dulu menjadi tanah saja” karena dihadapannya sudah jelas neraka, sudah jelas bagaimana dahsyatnya siksaan neraka. Maka tidak ada harapan lain kecuali mengandai-andai seandainya saya dulu jadi tanah saja, tetapi semua harapan dan cita-cita itu tidak mungkin terwujud dan mustahil terwujud. Dan dalam keadaan itu, Allah SWT. Mengabarkan :
تَذْهَلُ كُلُّ مُرْضِعَةٍ عَمَّا اَرْضَعَتْ وَتَضَعُ كُلَّ ذَاتِ حَمْلٍ حَمَلَهَا وَتَرَى النَّاسَ سُكَارَى وَمَاهُمْ بِسُكَارَى وَلكِنّ عَذابَ اللهِ شَدِيْدٌ
“Kau lihat orang-orang disa’at itu sedang menyusui sesusuannya meletakkannya, dan kau lihat orang-orang hamil disa’at itu menggugurkannya, kau lihat manusia seperti mabuk tetapi sebenarnya tidak mabuk akan tetapi siksaan Allahlah yang maha dahsyat”.
Subhanallah Hadirin sekalian. Suatu kedahsyatan suatu kepanikan suatu hal yang dihadapi oleh manusia yang mengerikan. Disa’at itu tampilan yang membuat manusia panik, serba membuat orang itu bingung serba tidak pasti yang ada hanyalah berharap Allah SWT. Menurunkan Rahmatnya. Dan tidak ada harapan kecuali Rasulullah SAW. Memberikan Syafa’atnya. Semua orang mengatakan nafsi-nafsi, yang penting diri saya kemudian Matahari didekatkan sebenggala. Semua manusia dihimpit oleh penderitaan dan rintangan, bahkan di antara mereka ada yang mandi bersibah keringat, ada yang berenang dengan keringatnya ada yang tenggelam dikeringatnya. Dan di antara mereka hadirin sekalian, ada yang berjalan kelungkup ada yang berjalan dengan mukanya. Dan tidak ada harapan yang diharapkan kecuali syafa’at Rasulullah SAW. Dan disa’at di Mahsyar manusia terbagi menjadi tiga sebagaimana dikatakan oleh Rasulullah SAW. Di dalam hadits yang diriwayatkan oleh Abu hurairah RA. Berkata: Rasulullah SAW. Bersabda : يُخْشَرُ النّاسُ يَوْمَ القيامةِ ثلاثةَ اَصْنَافِ manusia nanti dikumpulkan di Mahsyar di hari kiamat dalam tiga kelompok صِنْفًا مُشَاةً satu kelompok berjalan kaki وَصِنْفًا رُكْبَانًا satu kelompok mengendarai kendaraan وَصِنْفًا عَلَى وُجُوْهِهِمْ satu kelompok lagi berjalan di atas mukanya. قِيْلَ يَارَسُوْلَ اللهِ كَيْفَ يَمْشُوْنَ عَلَى وُجُوْهِهِمْ Rasulullah ditanya bagaimana dia bisa berjalan di atas mukanya قَالَ رسولُ الله صلى الله عليه وسلم menjawab :
إنّ الّذِى اَمْشَاهُمْ عَلَى وُجُوْهِهِمْ قَادِرٌ عَلَى اَنْ يَمْشِّيَهُمْ علَى وُجُوْهِهِمْ “Sesungguhnya dzat yang telah menjalankan seseorang di atas kakinya, maha mampu menjalankan seseorang menjalankan wajahnya. سبحان الله hadirin sekalian. Betapa kita sa’at ini membutuhkan kehati-hatian. Mengumpulkan sebanyak-banyaknya amal sholeh, agar kita menyambut rintangan-rintangan itu dengan mudah. Agar kita bisa menghadapi rintangan-rintangan dan derita itu dengan mudah.
Kaum muslimin dan muslimah ....
Selanjutnya rintangan yang akan dihadapi manusia setelah meninggal dunia adalah Al Hisab. Menerima catatan amal dan pernah suatu ketika Aisyah RA. Menangis, kemudian Rasulullah SAW. Bertanya : مَا يُبْكِيْكَ Apakah yang menjadikan kamu menangis? قُلْتُ kemudian Aisyah menjawab :
ذُكِرْتِ النّارُ فَبَكَيْتُ فَهَلْ تَذْكُرُون أَهَالِيْكُمْ يَومَ الْقِيَامَةِ قال اَمَّا فِى ثَلَاثَةِ مَوَاطِنَ فَلَايَذْكُرُ اَحَدٌ اَحَدًا عِنْدَ الْمِيْزَانِ حَتَّى يَعْلَمَ اَنْ يَخِفَّ مِيْزَانُهُ اَمْ يَثْقُلَ وَعِنْدَ تَطَايُرِ الصُّحُفِ حَتَّى يَعْلَمَ اَيْنَ يَقَعَ كِتَابُهُ اَمْ بِيَمِيْنِهِ اَمْ بِشِمَالِهِ اَمْ مِنْ وَرَاءِ ظَهْرِهِ وَعِنْدَ الصِّرَاطِ إذا وُضِعَ بَيْنَ ظَهْرَيْ جَهَنَّمِ حَتّى يَجُوْزَ. رواه الترمذى
“Pernah suatu ketika Aisyah RA. Menangis, kemudian Rasulullah SAW. Bertanya : wahai Aisyah, apa yang menyebabkan engkau menangis? Kemudian beliau berkata:”Disebutkan neraka saya menangis ya Rasulullah. Apakah engkau masih ingat keluargamu dikala nanti datang hari qiamat, wahai rasulullah? Kemudian Rasulullah SAW. Menjawab: adapun ditiga tempat wahai Aisyah seorang tidak ingat siapapun. Yang pertama tatkala di Mizan timbangan amal, hingga mereka tau, apakah berat atau ringan, yang kedua tatkala catatan amal itu dibagikan, hingga dia tau dimana catatan amal itu, apakah di tangan kanannya atau dikirinya atau dibelakang punggungnya. Dan yang ketiga tatkala di sirot, tatkala sirot ini dihamparkan di atas neraka jahannam, dia tidak ingat siapa-siapa hingga melewati lolos dengan selamat.
Oleh karena itu hadirin sekalian,
Kita semua harus berbekal untuk menghadapi terutama ditiga tempat ini. Tidak akan ingat siapa-siapa ditiga tempat ini, yang pertama tatkala mizan atua timbangan ditegakkan, seorang tidak akan ingat siapapun belum tau persis sebelum timbangannya apakah yang lebih berat yang baik, ataupun yang lebih berat yang buruk. Ia juga tidak akan tenang dan tidak ingat siapapun, tatkala catatan amal ini dibagikan, sehingga jelas apakah catatan amal itu jatuh di tangan kanannya, atau kirinya atau dibelakang punggungnya. Dan juga dia tidak akan ingat siapa-siapa, hiangga dia telah lolos telah sokses selamat meniti tepian di atas neraka Jahanam. Maka Allah SWT. Mengatakan di dalam firmannya :
فُأَمَّا مَنْ اُوْتِيَ كِتَابَهُ بِيَمِيْنِهِ فَسَوْفَ يُحَاسَبُ حِسَابًا يَسِيْرًا
“Adapun orang-orang yang diberikat kitabnya itu di tangan kanannya, maka dia akan menghadapi hisab yang lebih mudah”.
Artinya hadirin sekalian. Kalau sekarang orang itu timbangan amal baik lebih berat jelas surganya,Kalau sekarang ini catatan amal diterima di tangan kanannya jelas kebaikannya, dan orang yang lolos dan sukses meniti tepian di atas neraka jahanam juga memiliki harapan besar untuk masuk surga. Maka disini di dalam ayat yang lainnya Allah SWT. Menyatakan :
فَأَمَّا مَنْ اُوْتِيَ كِتَابَهُ بِيَمِيْنِهِ فَيَقُوْلُ هُاءُ مُقْرَؤُا كِتَابِيَةَ
“Adapun orang-orang yang diberikan catatan amalnya dari sebelah kanannya maka dia akan berkata “ambillah bacalah kitabku itu” Artinya Hadirin sekalian dia merasa gembira, dia merasa sokses dan memiliki harapan yang besar untuk ketemu Allah SWT. إِنِّى ظَنَنْتُ عَنْ مُلَاقٍ حِسَابِيَةٍ “Sesungguhnya aku yakin bahwa sesungguhnya akan menemui hisab terhadap diri. فَهُو فِى عِيْشَةٍ رَاضِيَةٍ “di dalam keadaan itu dia pasti mendapatkan penghidupan yang enak yang diridloi oleh Allah SWT. فِى جَنَّةٍ عَالِيَةٍ “di dalam surga yang tinggi قُطُوفُهَا دَانِيَةٌ “buah-buahannya gampang dipetik dekat كُلُوْا وَاشْرَبُوْا هَنِيْئًا بِمَا اَسْلَفْتُمْ فِى الْاَيَّامِ الْخَالِيَةِ kepada mereka dikatakan “makan dan minumlah dengan sedap dengan enak disebabkan amal perbuatan hari-hari yang telah lalu yaitu dunia. Bararang siapa yang sekarang ini bersusah-susah di dunia untuk meraih surga, memang balasannya akan nikmat. Barang siapa yang sekarang ini dibawa oleh hawa nafsu sahwat, maka dia akan seneng sesa’at ketika di dunia, Tetapi di akhirat akan menderita selamanya. وَاَمَّا مَنْ أُوْتِيَ كِتَابَهُ بِشِمَالِهِ inilah akibatnya“dia akan menerima catatan amalnya dengan tangan kiri, فَيَقُوْلُ يَالَيْتَنِى لَمْ اُوْتَ كِتَابِيَة maka dia akan berkata “wahai alangkah kiranya tidak diberikan kepadaku kitabku ini, وَلَمْ اَدْرِ مَاحِسَابِيَة dan juga saya tidak tau hisab saya itu bagaimana. يَالَيْتَ هَذا كَانَتِ الْقَاضِيَة “wahai kiranya kematian itulah yang menyelesaikan segala sesuatu. Dia ingin mati saja, artinya dia kehidupan disa’at itu مَاأَغْنَى عَنِّى مَالِيَة hartaku segala yang saya miliki tidak akan memberikan manfa’at kepadaku.هَلَكَ عَنِّى سُلْطَانِيَة apalagi kekuasaanku, apalagi jabatanku yang selama ini saya pertahankan خُذُوْهُ فَغُلُّوْهُ Allah SWT. Berfirman “peganglah dia lalu belenggulah tangannya lehernya ثُمّ الْجَحِيْمَ صَلُّوْهُ kemudian masukkanlah dia kedalam api nerka yang menyala-nyala ثمّ فِى سِلْسِلَةٍ ذَرْعُهَا سَبْعُوْنَ ذِرَاعًا فَسْلُكُوْهُ “Kemudian ikatlah tangannya dengan rantai panjangnya 70 hasta, Subhanallah. Para hadirin sekalian betapa dahsyatnya, betapa ngerinya dan betapa beratnya rintangan yang akan dihadapi manusia nanti setelah kematian, setelah mahsyar, setelah mizan, setelah hisab nanti dia akan kalau dihisabnya nanti ringan, amal buruknya lebih banyak ia akan menghadapi rintangan Al Jahim. Selamanya disitu penderitaan tidak ada penderitaan yang lebih berat. Rintangan tidak ada rintangan yang lebih dahsyat kecuali rintangan itu, maka hadirn sekalian, tidak ada yang lebih baik sa’at ini kecuali bersiapn diri bribadah kepada Allah SWT. Ta’at kepada Allah SWT. Untuk menyelamatkan dari rintangan semua itu. Maka disini ahli sa’ir mengatakan :تَزَوَّدْ بالتُقَى فَإنك لَاتَدْرِى إذا جَنَّ اللَّيْلُ فَهَلْ تَعِيْشُ اِلَى الْفَجْرِ “Berbekalah kalian dengan taqwa. Sesungguhnya kalau malam datang apakah kau menjamin umurmu sampai pagi. وَكَمْ مِنْ سَلِيْمٍ مَاتَ بِغَيْرِ عِلَّةٍ وَكَمْ مِنْ سَقِيْمٍ عَاشَ حِيْنًا مِنَ الدَّهْرِ “berapa banyak orang yang mati tanpa sebab, dan berapa banyak orang yang sakit tidak mati-mati. وَكَمْ مِنْ فَتَى يُصْبِحُ وَيُمْسِى آمِنًا وَقَدْ نُسِجَتْ اَكْفَانُهُ وَهُوَ لَا يَدْرِى “Berapa banyak pemuda yang segar bugar pagi dan sore merasa aman, ternyata kain kafannya sudah disiapkan tidak tau. Tidak lain hadirin sekalian. Sebaik-baik bekal adalah taqwa,تَزَوَّدُوْا فَإنَّ خَيْرَ الزَّادِ التّقْوَى “Berbekallah kalian karena sebaik-baiknya bekal adalah taqwa. Artinya menjaga diri dari api neraka dengan melaksanakan perintah-perintah Allah dan menjauhi larangannya. Sholat perintah Allah, artinya taqwa kita harus menegakkan sholat. Puasa adalah taqwa, artinya taqwa adalah melaksanakan puasa. Zakat adalah perintah Allah bagi yang kaya, kalau begitu bagian dari taqwa, maka harus laksanakan dan terus. Sekarang ini zina, meninggalkan zina adalah bagian dari taqwa, maka kita harus meninggalkan juga. Minum khomr adalah bagian dari taqwa, meninggalkan minum khomr adalah merupakan suatu keharusan. Karena semua ini adalah dilarang oleh Allah SWT. Maka hadirin sekalian menjalankan perintah Allah baik mulai yang kecil atau yang besar, meninggalkan larangan Allah dari mulai yang kecil hingga yang besar merupakan bagian dari taqwa. Maka barang siapa yang ingin selamat dari neraka dan masuk ke dalam surga, maka laksanakan perintah itu dan tinggalkan larangan itu.
Kaum muslimin dan muslimah رحمكم الله
Setelah manusia mengalami pembagian catatan amal, maka dia harus menghadapi hisab. Dan tidak ada suatu hal yang berat dihadapi manusia setelahnya adalah hisab. Karena dia akan menemui atau menghadapi Yaumul masing-masing manusia dihadapkan Allah SWT. Maka Rasulullah SAW. Bersabda :
مَا مِنْكُمْ مِنْ اَحَدٍ اِلّا سَيُكَلِّمُهُ اللهُ لَيْسَ بَيْنَهُ وَبَيْنَهُ تُرْجُمَانُ وَيَنْظُرُ اَيْمَنَ مِنْهُ فَلَا يَرَى اِلَّا مَا قَدَّمَ وَيَنْظُرُ اَسْئَمَ مِنْهُ فَلَا يَرَى اِلّا مَا قَدّمَ وَيَنْظُرُ بَيْنَ يَدَيْهِ فَلَا يَرَى اِلّا النَارَ تِلْقَاءَ وَجْهِهِ فَالتَقُوا النَارَ وَلَوْ بِشِقَّ تَمْرَةٍ وَفِى رِوَايَةٍ وَلَوْ بِكَلِمَةٍ طَيِّبَةٍ
Rasulullah SAW. :”Menceritakan tentang yaumul ‘ardli yaumul hisab, tidaklah di antara kalian kecuali masing-masing nanti diajak oleh Allah diantara dia dan tidak ada penterjemah. Kemudian dia melihat kearah catatan amal baiknya tidaklah dia melihat kecuali apa yang dia lakukan. Kalau sedikit ya sedikit kalau banyak ya banyak. Dan tidaklan ia melihat kearah catatan buruknya, ia tidak melihatnya kecuali apa yang telah ia lakukan. Kalau sedikit ya sedikit kalau banyak ya juga banyak. وَمَا رَبُّكَ بِظَلّامٍ لِلْعَبِيْدِ “Dan allah tidak mendzolimi kepada hambanya. Kalau memang baik akan diberikan kebaikannya, kalau burukpun akan ditampakkannya. Kemudian dia melihat kearah depannya dia tidak melihat wajahnya kecuali neraka kata Rasulullah SAW. “Jagalah dirimu dari api neraka walaupun dengan secuil kurma”. Di dalam riwayat yang lainnya walaupun satu kata yang baik. Hadits ini Muttafaqun alaih.
Artinya hadirin sekalian! kalau kita untuk mengambil hikmah dan pelajaran. Bagaimana sesaknya, bagaimana paniknya, kalau sekarang antrian panjangnya 2 kilo, lamanya 2 hari itupun kita tidak tahan di dunia ini. Kalau sekarang antrian nunggu masing-masing akan diajak bicara langsung oleh Allah, dan diantara dia dengan Allah tidak ada penterjemah, dia akan ditanya seluruh apa dia perbuat, dia tak akan melhat kearah kanannya kearah catatan amal baiknya kecuali apa yang telah dia lakukan, kearah kirinya kecuali yang telah dia lakukan dan arah depannya sudah neraka.
Subhanallah Hadirin sekalian.
Tidak ada tampilan yang membuat bulu ini merinding. Pada sa’at itu manusia menunggu antrian yang sangat panjang, bukan hari-hari, bukan sekedar bulanan bahkan tahunan, dan satu hari disebutkan dalam riwayat adalah خَمْسِيْنَ سَنَةً 50 tahun. تَعْرُجُ الْمَلَائِكَةُ فِى يَوْمٍ كَانَ مِقْدَارُهُ خَمْسِيْنَ سَنَةً malaikat dan malaikat ruh naik pada Allah SWT. Yang lamanya satu hari sama dengan lamanya 50 tahun, ini yang dimaksud adalah Yaumul ‘Ardli nanti di hari qiamat. Maka disini rasulullah SAW. Memerintahkan kepada kita semuanya untuk menjaga diri kita dari api neraka walaupun dengan secuil kurma, walaupun dengan sedikit sodaqoh, walaupun dengan sepeser rupiah kita berikan kepada fakir miskin, kita sumbangkan kepada orang-orang yang menderita atau butuh atau tidak bisa وَلَوْ بِكَلِمَةٍ طَيِّبَةٍ atau dengan kata-kata yang baik. Bertutur kata yang baik itu merupakan sutu kebaika hadirin sekalian. Maka Rasulullah SAW. Menyatakan dalam hadits yang lainnya وَلَوْ اَنْ تَلْقَ اَخَاهُ بِوَجْهِ طَلْقٍ لَكَانَ صَدَقَةٌ “Kamu bertemu dengan muka ceria,dengan senyum yang baik dengan saudaramu itu juga sodaqoh. Maka disini kita itu jangan mahal senyum, karena itu bagian dari pada surga, cara yang tepat untuk menpatkan kebaikan dan juga cara cepat untuk meraih derajat nanti di surga. Maka ini termasuk amalan-amalan yang mudah tapi dapat pahala berat. Kita itu mencari amalan-amalan yang susah, sementara amalan-amalan yang mudah seperti ini kita tidak hiaraukan padahal disisi Allah SWT. Mengandung pahala yang besar. Ini adalah terapi atau solusi untuk menghadapi meringankan beban nanti di hari kiamat, meringankan beban nanti menghadapi Yaumul ‘Ardli, yaumul hisab.
Yang selanjutnya hadirin wal hadirot رحمكم الله
Orang akan menghadapi Al Haudl yaitu telaga. Dikatakan di dalam hadits Rasulullah SAW. Gambaran haudl ini adalah مَاءُهُ اَبْيَضُ مِنَ الّلبَنِ yang airnya lebih putih dari susu, وَرِيْحُهُ اَطْيَبُ مِنَ الْمِسْكِ dan baunya lebih harum semerbak minyak kasturi,وَقِيْزَانُهُ كَنُجُوْمِ الْمَاءِ dan cangkir-cangkirnya sebanyak bintang-bintang di langit, مَنْ يَشْرَبُ مِنْهَا فَلَا يَظْمَعُ اَبَدًا barang siapa bisa minum darinya, maka dia tadak akan haus selamanya.
Subhanallah Hadirin sekalian.
Ini merupakan suatu kehormatan dari Allah SWT. Yang diberikan kepada umat Muhammad SAW. Dan wabil khusus kehormatan umat ini yang diber oleh Rasulullah SAW. Itulah yang dimaksud Al kautsar tatkala Rasulullah SAW. Bertanya kepada sahabatnya أَتَدْرُوْنَ مَا الْكَوْثَرُ apakah kau tahu apakah yang dimaksud Al Kautsar قلنا kami-kami menjawab اللهُ وَرَسُولُهُ اَعْلَمُ Allah dan Rasuslnya lebih tahu. قال رسول الله صلى الله عليه وسلم bersabda:
فَإنّهُ نَهْرٌ وَعَادَنِيَهُ رَبِّى عَزَّ وَجَلَّ عَلَيْه خَيْرٌ كَثِيْرٌ هُوَ حَوْضٌ تَعْرِضُ عَلَيْهِ اُمَتِى يَوْمَ القيامةِ آنِيَتُهُ عَدَدُ النُجُوْمِ فِى السَّمَاءِ فَتُحْتَلَجُ الْعَبْدُ مِنْهُمْ فَاَقُوْلُ رَبِّ إِنَّهُ مِنْ أُمَّتِى فَيَقُوْلُ إِنَّكَ لَا تَدْرِى مَا اَحْدَثَ بَعْدَك. رواه احمد
Rasulullah SAW. Pernah bertanya kepada sahabat-sahabatnya, apa yang dimaksud Al Kautsar kemudian sahabat-sahabatnya menjawab Allah dan Rasulnya lebih tahu. Kemudian Rasulullah SAW. Bersabda :sesungguhnya Al Kautsar adalah sungai yang telah dijanjikan tuhanku kepadaku. Diatasnya adalah kebaikan yang sangat banyak itulah yang dimaksud haudl telaga yang setiap umatku akan melaluinya. Wadah-wadah cangkirnya ini sebanyak bilangan bintang-bintang ada di langit di antara umatku ini ada yang dihalangi untuk tidak masuk. فاقول kemudian akau berkata يا رب dialah umatku maka Allah SWT. Wahai Muhammad engkau tidak tahu apa yang dilakukan setelah meninggalkan kamu.
Ini Hadirin sekalian menunjukkan bahwa nanti diantara umat ini ada yang tidak mendapat jatah air telaga, dan semoga kita terlindung dari itu dan kita meminta kepada Allah SWT. Semoga kita mendapatkan jatah air telaga walaupu seteguk untuk menghilangkan dahaga yang dikatakan oleh Rasulullah SAW. Barang siapa yang meminumnya maka dia tidak akan haus selama-lamanya. Di dalam hadits yang lainnya Rasulullah SAW. Juda mengatakanتَعْرِضُوْا عَلَيَّ اُمَّتِى الْحَوْضُ semua umatku akan melalui telaga, وَاَنَا عَدُوْدُ النّاسِ عَنهُ tetapi menghalangi sekian orang كَمَا يَجُوْزُ الرَّجُلِ اِبِلَ الرَّجُلِ seperti orang menghalangi untanya orang lain yang sedang beradu. قالوا يا نَبِيَّ اللهِ اَتَعْرِفُنَا mereka-mereka bertanya “Wahai rasullah, apakah engkau masih kenal kami? قال رسول الله صلى الله عليه وسلم menjawab نَعَمْ لَكُمْ صِيَامٌ لَيْسَتْ لِاَحَدِ غَيْرِكُمْ kamu memiliki ciri sendiri yang tidak dimiliki oleh selain kalian, تَعْرِضُوْنَ غُرًّا مُحَجَّلِيْنَ مِنْ اَثَرِ الْوُضُوْءِ kalian melalui telaga itu, memiliki wajah yang bersinar, karena bekas wudlu’,وَلَا يَصُدّنَّ عَنِّى طَائِفَةٌ مِنْهُمْ ada diantara kalian sekelompok yang kami halangi فَلَا يَصِلُوْنَهُ tidak nyampai ke telaga itu فاقول kemudian saya berkata يا رب هؤلاءِ مِنْ اَصْحابِى “Wahai tuhanku mereka adalah sahabatku, فَيَجِيْئُ مَلَكٌ kemudian datanglah malaikat فيقول .lalu berkata فَهَل تَدْرِى ما اَحْدَثَ بَعْدَكَ apakah engkau tahu wahai Muhammad apa yang telah ia lakukan setelah engkau tiada? Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Bukhori.
Jadi Hadirin sekalian. Masalah telaga adalah masalah aqidah, yang dalil-dalilnya telah nyata dan jelas, dan orang yang nanti melaluinya dan meminumnya mendapatkan keberkahan dan rahmat serta kehormatan yang tinggi dari Rasulullah SAW. Dialah Al Kautsar itulah telaga Rasulullah SAW. Yang disiapkan untuk umatnya, akan tetapi hadirin sekalian diantara sahabat Rasulullah SAW. Ada yang dihalangi sampai Rasulullah SAW. Mengajukan kepada Allah “ya Robbi dialah sahabatku, mereka sahabatku? Kemudian datanglah malaikat lalu mengatakan “wahai Muhammad, kamu tidak tau apa yang mereka perbuat setelah mereka-mereka meninggal dunia. Artinya, ada sahabat hadirin sekalian yang tidak mendapat jatah minum air telaga itu. Apalagi sekarang kita yang jauh keutamaannya, yang jauh kedekatan kita dengan Allah SWT. Maka kita seharusnya memohon kepada Allah lebih banyak meminta kepada Allah SWT. Agar dikasi kehormatan agar diberi jatah untuk mendapatkan seteguk air telaga Rasulullah SAW. Yang dimaksud Al kautsar tadi.
Yang selanjutnya hadirin sekalian. Yang dihadapi manusia adalah Al Mizan yaitu timbangan. Masalah timbangan ini Hadirin sekalian, masalah aqidah jika diantara orang-orang islam atau orang-orang Mukmin ini mengingkarinya, dia bisa keluar dari Islam, karena masalah mizan ini berdasarkan dalil Al Qur’an dan Hadits diantanra firman Alloh SWT :
وَنَضَعُ الْمَوَازِيْنَ الْقِسْطَ لِيَوْمِ القيامةِ فَلا تُظْلَمُ نَفْسٌ شَيْئًا وَإن كَانَ مِثْقالَ حَبَّةٍ مِنْ خَرْدَلٍ اَتَيْنَا بِهَا وَكَفَى بِنَا حَاسِبِيْنَ
“tatkala timbangan kami tegakkan secara adil di hari kiamat, tidak ada suatu yang didzolimi sedikitpun, kalau seandainya ada kebaikan walaupun sebiji sawi akan kami datangakan, akan kami berikan dan cukuplah bagi kami Dzat yang paling bagus, paling sempurna di dalam menghisab amal-amal seseorang. Oleh karena itu hadirin sekalian. Allah SWT. Di dalam ayat yang lainnya menegaskan:
فَاَمَّا مَنْ ثَقُلَتْ مَوَازِيْنُهُ فَهُوَ فِى عِيْشَةِ الرَّاضِيَةِ
“Barang siapa timbangan amalnya itu berat baiknya maka dia akan mendapatkan penghidupan yang diridloi”.
وَاَمَّا مَنْ خَفَّتْ مَوَازِيْنُهُ فَاُمُّهُ هَاوِيَةْ وَمَا اَدْرَىكَ مَا هِيَةٌ نَارٌ حَامِيَة
“Dan adapun jika timbangan yang baiknya lebih ringan, maka Allah SWT. Akan memasukkan kedalam neraka hawiyah”.
وَمَا اَدْرَىكَ مَا هِيَةٌ
“Apa yang dimaksud neraka hawiyah ?
نَارٌ حَامِيَة
“Neraka yang apinya menyala-nyala”.
Apinya yang sangat menakutka, apinya mengerikan membuat kulit daging dan seluruh tulang remuk, menjadi seluruh anggota tubuh menjadi linglung. Oleh karena itu hadirin sekalian, mari kita jaga amal kita supaya tetap berat amal baiknya dan tidak ringan kebaikannya. Dengan kita terus memelihara amal-amal sholih, perintah-perintah Allah setiap sa’at dengan meninggalkan larangan-larangan Allah. Apa yang diharamkan oleh Allah SWT.
Juga hadirin sekalian Rasulullah SAW. Menyebutkan tentang ceritanya mizan nanti di hari kiamat :
يُوْضَعُ الْمِيْزَانُ يَوْمَ القيامة فلو وُزِنَ السَّمَوتُ وَالاَرْضُ لَوُسِعَتْ
“Nanti akan ditegakkan mizan di hari kiamat, kalau seandainya langit dan bumi ditimbang maka akan memuatnaya”. فتقول الملائكة kemudian malaikat itu bertanya يا رب لِمَنْ يَزِنُ هَذَا Ya Allah timbangan ini untuk menimbang siapa ya Allah? فيقول الله تعالى maka Allah SWT. Berfirman لِمَنْ شِئْتُ مِنْ خَلْقِى saya akan menimbang kepada siapa saja yang aku kehendaki makhluqku فتقول الملائكة kemudian malaikat itu bertanya سبحان الله. عَبَدْنَا حَقَّ عِبَادَتِكَ kalau begitu ya Allah kami akam menyembah beribadah kepadamu sebaik-baik ibadah. Hadits ini disebutkan dalam silsilah Al Ahadits As shokhikhah.
Kaum muslimin dan muslimah رحمكم الله
Berarti disini jangankan menimbang amalan-amalan manusia, menimbang seluruh perbuatan manusia mulai dari nabi Adam sampai hari kiamat. Kalau seandainya untuk menimbang langit dan bumi cukup, apalagi untuk menimbang amalan-amalan kita. Maka hadirin sekalian. Persiapan kali ini tidak lain adalah persiapan kita supaya amalan-amalan baik kita banyak, amalan-amalan yang baik ini berat, amalan-amalan yang sholih ini nanti dinilai oleh Allah SWT. Yang berkualitas. Semoga Allah SWT memberatkan timbangan-timbangan baik kita dan meringankan timbangan-timbangan buruk kita, semoga kita sokses masuk ke surga yang kita cita-citakan dan kita harapkan bersama.
Kaum muslimin muslimat rohimakumulloh.
Rintangan yang selanjutnya yang akan dihadapi oleh semua manusia adalah assirot, titian yang dihamparkan diatas neraka jahannam sebagaimana yang disebutkan dalam hadist :
يُضْرَبُ الصِّرَاطُ بَيْنَ ظَهْرَيْنِ جَهَنَّمَ فَاَكُوْنَ اَنَا وَاُمَّتِى اَوَّلَ مَنْ يَجُوْزُ وَلَا يَتَكَلَّمُ يَوْمَئِذٍ اِلّا الرُّسُلُ وَدَعْوَةُ الرُّسُلِ يَوْمَئِذٍ اللّهُمّ سَلِّمْ سَلِّمْ وفِى جَهَنَّمَ كَلَالِيْبُ مِثْلَ شَوْكِ السَّعْدَانَ هَلْ رَاَيْتُمُ السَّعْدَانَ؟ قالوا نعم يا رسول الله قال فإنها مثلُ شُوْكِ السَّعْدَانِ غَيْرَ اَنّه لا يُعلمُ قَدْرُعَظْمِهَا الّا اللهَ تَخْطِفُ الناسَ بِاَعْمَالِهِمْ فَمِنْهُمُ الْمُوْبِقُ بِعَمَلِهِمْ وَمِنْهُمُ الْمُجَادِ حَتى يَنْجُوَ
Rosululloh SAW bersabda, “Tentang mensifati shirot ini nanti, titian dihamparkan diatas neraka jahanam kemudian aku dan umatkulah yang pertama kali melewatinya dan di hari itu tidak ada yang berbicara kecuali rosul-rosul dan doa setiap rosul pada saat itu kecuali ya Alloh selamatkanlah-selamatkanlah masuknya umatku. kemudian di arti sekitar jahanam itu ada kalalit galah galah seperti duri-duri sa’adan. Rosululloh SAW bertanya adakah kamu tau duri sa’adan ? mereka menjawab , iya Ya Rosululloh. Rosululloh SAW bersabda “galar-galar itu seperti duri-duri sa’dan akan tetapi tidak ada yang tau besarnya bagaimana kecuali Alloh SWT. Sebesar apa galar itu? Dan galar-galar itu siap untuk menyambar manusia sesuai dengan amalnya. Diantara mereka ada yang disambar kemudian dimasukan kedalam neraka dan diantara mereka ada yang disambar kemudian melewati neraka selamat karna amal kebaikkannya. Hadist ini diriwayatkan oleh imam muslim.
Jadi kaum muslimin dan muslimat rohimakumulloh, titian yang dihamparkan oleh Alloh diatas neraka jahanam sebagai batu ujian barang siapa yang sekarang ini selamat dia akan mendapatkan keselamatan dan barang siapa yang terpeleset jatuh atau ditarik galar kemudian disambar dilempar kedalam neraka termasuk orang-orang yang menderita, orang-orang yang rugi, orang-orang yang selama ini melakukan amal maksiat dan dosa dibumi ini.
Kemudian hadirin sekalian, rona-rona orang yang melewati titian itu diantara mereka ada yang seperti kilat ada yang seperti api. Maka, rosululloh SAW bersabda disaat itu dia berdiri tegak diujung sirot dia mengatakan يا رب سلّم سلّم Ya Alloh selamatkanlah-selamatkanlah umatku حتى يَجِيْئُ الرَجُلُ وَلَا يَسْتَطِيْعُ السَّيْرَ hingga datang seseorang yang tidak mampu berjalan الّازَحْفًا kecuali merangkak... سبحان الله.disamping titian itu كَلَالِيْبٌ مُعَلّقَةٌ مَأمُوْرَةٌ بِأَخْذِ مَنْ اُمِرَ بأخْذِه disamping sirat atau titian itu ada galar galar yang tergantung siap menyambar siapa saja yang diperintahkan untuk menyambarnya فَمَخْدُوْثُ نَاجٍ diantara mereka ada yang disambar selamat وَمُكَرْدِسٌ بالنار diantara mereka ada yang disambar telungkup masuk kedalam neraka والذى نفسُ مُحمدٍ بِيَدِهِ demi dzat yang jiwa muhamad ada ditangannya إنّ قَعْرَ جَهَنَّمَ لَسَبْعُوْنَ خَرِيْفًا sesungguhnya palung neraka jahanam itu jaraknya dari permukaan 70 tahun...subhanalloh hadirin sekalian...suatu hal yang tidak sanggup dialami semua hamba. Suatu keadaan dan suatu tempat penderitaan yang susah dihadapi oleh semua hamba. Semua orang tidak mau, semua orang benci, semua orang menolak dimasukkan ketempat api. Bagaimana kalau sekarang apinya itu ada palungnya yang dalamnya kalau ditempuh dari permukaan hingga dasarnya selama 70 tahun? Hadist ini diriwayatkan oleh muslim.
Maka hadirin sekalian, Alloh SWT menegaskan dan menasehati kita saat ini agar sadar, agar kembali kepada kebenaran, agar bertaubat dan menyadari akan rintangan nanti setelah kematian
يَوْمَ لا يُخْزِ النَّبِيَّ وَالّذِين آمَنُوْا مَعَهُ نُوْرُهُمْ يَسْعَى بَيْنَ اَيْدِيْهِمْ وَبِأيْمَانِهِمْ يَقولون ربنا أتْمِمْ لنا نُوْرَنَا وَاغْفِرْلنا إنك علَى كلِّ شيئٍ قَدِيْرٍ
“Di hari itu Alloh tidak akan menghinakan nabinya dan orang-orang yang beriman bersamanya cahaya mereka. Dia berjalan bersama cahaya mereka diarah kanannya diarah kirinya dan mengitari dirinya kemudian dia berdoa ya Alloh sempurnakanlah cahaya kami, dan ampunilah dosa kami dan sesungguhnya engkau maha mampu atas segala sesuatu”.
Inilah harapan kehidupan masa depan yang benar-benar sukses, Masa depan abadi, masa depan yang sukses dan selamat dalam menghadapi rintangan. menghadapi rintangan mizan selamat, menghadapi rintangan hisab selamat, menghadapi rintangan kubur juga selamat, mengahadapi rintangan sirot juga selamat. Dia diberi cahaya oleh Alloh SWT pada saat menitih titian itu diantara mereka yang diberi cahaya itu ada yang cepatnya seperti kilat, ada yang cepatnya seperti orang yang naik kendaraan tetapi orang yang sekarang ini sengsara hadirin sekalian ada yang berjalan sambil telungkup. Kita mohon berlindung kepada Alloh SWT semoga kita dikumpulkan, dijalankan dan nanti meniti diatas sirot ini tidak seperti itu.
Kaum muslimin dan muslimat yang dimulyakan oleh Alloh SWT. jadi, orang yang sekarang ini sukses di akhirat merupakan suatu kesuksesan yang selama-lamanya dan siapa yang sekarang ini sengsara, akan mendapatkan kesengsaraan yang selama-lamanya.
Maka disini, الشيخ سَهَلْ بن عبد الله التُّسْتَرِى mengatakan : “Tidak ada orang yang berharap kematian dan menginginkan mati kecuali orang tiga, yang pertama orang yang tidak percaya akan taqdir Alloh. Ini jelas dia akan bersikap nekat mati. Yang keduanya, orang yang sekarang ini tidak tau apa yang nanti terjadi setelah kematian. Ini juga cenderung nekat mati. Yang ketiganya, orang yang ingin bertemu dengan Alloh SWT”. Yang pertama dan yang keduanya buruk dan yang ketiganya ini adalah terpuji. Inilah orang-orang yang dikatakan oleh Alloh SWT, orang yang membawa, menghadap kepada Alloh dengan membawa hati yang selamat. Orang yang datang kepada Alloh membawa amal yang baik, orang yang datang kepada Alloh SWT membawa ketauhidan, membawa aqidah, membawa ibadah, membawa nilai-nilai akhlak yang terpuji yang bisa disajikan kepada Alloh SWT.
Demikianlah yang bisa saya sampaikan didalam ceramah saya ini. Semoga Alloh SWT memberikan kita semuanya untuk mempertahankan iman dan taqwa. Semoga kita semuanya, akhir dari perjalanan hidup ini ditutup oleh Alloh SWT dengan khusnul khotimah, dengan membawa Lailaha illalloh, sejalan dengan hadis rosululloh SAW :
مَنْ كانَ فِى آخِرِ كَلامِهِ لااله الاالله دَخَلَ الْجَنّة
“Barang siapa yang bisa menutup ucapan akhir menjelang kematian dengan Lailahaillalloh dia akan masuk surga”.
Inilah hadirin sekalian bekal setiap orang mukmin, bekal setiap orang muslim menghadap Alloh SWT. Sebagaimana yang difirmankan oleh Alloh :
فَمَنْ كانَ يَرْجُوْ لِقَاءَ رَبِّهِ فَلْيَعْمَلْ عَمَلًا صَالِحًا وَلَا يُشْرِكْ بِعِبَادَةِ رَبِّهِ اَحَدًا
“Barang siapa yang ingin berharap bertemu dengan Alloh SWT hendaklah dia beramal sholih dan tidak berbuat syirik atau menyekutukan Alloh SWT”. Di dalam beribadah kepada Alloh, Pesan dari saya jangan sampai kita terlena dengan kehidupan. ingatlah nasihat dibawah ini
إعْلَمُوْا أَنَّمَا الْحَيَوةُ الدُّنْيَا لَعِبٌ وَلَغْوٌ وَزِيْنَةٌ وَتَفَاخُرٌ بَيْنَكُمْ وَتَكَاثُرٌ فِى الاَمْوَالِ وَالْاَوْلاَدِ
“Ketahuilah sesungguhnya kehidupan dunia ini main-main, senda gurau, perhiasan belaka, dan bangga-banggaan didalam memperbanyak harta dan anak-anak”. Diakhiri didalam kalimat itu dengan firman Alloh SWT :
وَمَا الْحَيَوةُ الدُّنْيَا اِلّا مَتَاعُ الْغُرُوْرِ
“Tidaklah kehidupan dunia ini kecuali kenikmatan yang menipu”.
Kaum muslimin dan muslimat yang dimulyakan Alloh SWT,
Demikianlah kajian yang dapat saya sampaikan. Semoga bermanfaat dan kita akhiri dengan doa penutup:
سُبْحَانَكَ الَّلهُمَّ وَبِحَمْدِكَ اَشْهَدُ أَنْ لَا اِلَهَ اِلَّا اَنْتَ وَاَسْتَغْفِرُكَ وَاَتُوْبُ اِلَيْكَ

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar